Contact Us

Pulau Pari, Contact Us. Rasio plot (juga disebut ‘rasio luas lantai’, FAR, atau ‘rasio ruang lantai’, FSR) menggambarkan rasio luas lantai bangunan (juga disebut: area lantai kotor, GFA) dibagi dengan ukuran situs ( sebidang tanah atau petak) yang dengannya bangunan itu dibangun. Istilah ini sering mengacu pada batasan yang dikenakan pada rasio seperti itu, misalnya rasio maksimum yang diijinkan. Misalnya, FAR of 3.0 menunjukkan bahwa luas lantai total bangunan adalah tiga kali luas kotor plot yang dibangunnya, seperti yang ditemukan di gedung berlantai ganda. Daerah plot yang diijinkan memiliki dampak yang besar terhadap nilai tanah, karena daerah plot yang lebih tinggi memungkinkan nilai lahan lebih tinggi [9].

Dengan menggunakan peraturan zonasi semacam itu, pemerintah kota merasa tidak perlu memasukkan batasan ketinggian bangunan saat menggunakan perhitungan rasio luas lantai maksimum. Rasio plot atau luas lantai digunakan dalam peraturan zonasi dan pedoman perencanaan untuk membatasi jumlah konstruksi di wilayah tertentu. Misalnya, jika peraturan zonasi yang relevan mengizinkan pembangunan di suatu lokasi, dan jika konstruksi harus mematuhi FAR 0,10, maka luas keseluruhan semua lantai di semua bangunan yang dibangun pada paket tidak lebih dari sepersepuluh wilayah paket itu sendiri. Seorang arsitek dapat merencanakan untuk membangun satu lantai yang menghabiskan seluruh area yang diijinkan di satu lantai, atau bangunan bertingkat yang akibatnya menghasilkan tapak yang lebih kecil daripada bangunan bertingkat satu dari luas lantai total yang sama.